Pengertian pengukuran, penilaian dan evaluasi

Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran. Dengan melakukan penilaian, pendidik sebagai pengelola kegiatan pembelajaran dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik, ketepatan metode mengajar yang digunakan, dan keberhasilan peserta didik dalam meraih kompetensi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penilaian, pendidik dapat mengambil keputusan secara tepat untuk menentukan langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Hasil penilaian juga dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk berprestasi lebih baik. Penilaian yang dilakukan harus memiliki asas keadilan yang tinggi. Maksudnya, peserta didik diperlakukan sama sehingga tidak merugikan salah satu atau sekelompok peserta didik yang dinilai. Selain itu, penilaian tidak membedakan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, bahasa, gender, dan agama. 

Penilaian juga merupakan bagian dari proses pendidikan yang dapat memacu dan memotivasi peserta didik untuk lebih berprestasi meraih tingkat yang setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya.

Ditinjau dari sudut profesionalisme tugas kependidikan, kegiatan penilaian merupakan salah satu ciri yang melekat pada pendidik profesional. Seorang pendidik profesional selalu menginginkan umpan balik atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Hal tersebut dilakukan karena salah satu indikator keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik. Dengan demikian, hasil penilaian dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran dan umpan balik bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan.

Ada tiga istilah yang terkait dengan konsep penilaian yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar peserta didik, yaitu pengukuran, pengujian, penilaian, dan evaluasi. 

Pengukuran (measurement) adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dalam arti memberi angka terhadap sesuatu yang disebut obyek pengukuran atau obyek ukur. Mengukur pada hakekatnya adalah pemasangan atau uorespodensi 1-1 antara angka yang diberikan dengan fakta yang diberi angka ( Djaali,Pudji Muljono, Ramly 2000). Pengukuran adalah suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan aturan-aturan tertentu (Iskandar Putarulalam, 2010). Lutfi Wibawa (2012) memberikan

pengertian “mengukur” sebagai suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Hendriona (2010) mengatakan bahwa dalam “pengukuran” terdapat antara lain: tujuan pengukuran, objek yang diukur, alat ukur, proses pengukuran dan hasil pengukuran yang bersifat kuantitatif. Sedangkan sudaryono (2014) memberikan difinisi pengukuran (measurement) merupakan suatu diskripsi kuantitaif tentang keadaan suatu hal sebagaimana adanya, atau tentang prilaku yang tampak pada seseorang, atau tentang prestasi yang diberikan oleh seorang peserta didik.

Secara konseptual angka-angka hasil pengukuran pada dasarnya adalah kontinum yang begerak dari satu kutup ke kutup yang lain yang berlawanan, misalnya dari rendah ke tinggi yang diberi angka dari 0 sampai 100, dari negative ke positif yang juga diberi angka dari 0 sampai 100, dari otoriter ke demokratik yang juga diberi angka dari 0 sampai 100 dan sebagainya. Rentangan angka yang diberikan tidak selalu harus dari 0 sampai 100 tetapi dapat pula menggunakan rentangan lain misalnya dari 10 sampai 50, dari 20 sampai 100 atau dari 30 sampai 150, dan sebagainya, yang penting ukuran dari fakta-fakta yang hendak diukur dari satu obyek ukur harus merupakan rentangan kontinum yang bergerak dari suatu kutub ke kutub lain yang berlawanan. Pengukuran selalu bersifat kuantitatif. Alat yang digunakan dalam pengukuran dapat  berupa alat yang baku secara internasional, seperti meteran, timbangan, stopwatch, thermometer, dan lain-lain, dan dapat pula berupa alat yang dibuat dan dikembangkan sendiri dengan mengikuti proses pengembangan atau pembakuan instrumen.

Penilaian (assessment) adalah istilah umum yang mencakup semua metode yang biasa digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok peserta didik. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti yang menunjukkan pencapaian belajar peserta didik. Penilaian merupakan suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu (Griffin & Nix, 1991). Penilaian mencakup semua proses pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan penilaian tidak terbatas pada karakteristik peserta didik saja, tetapi juga mencakup karakteristik metode mengajar, kurikulum, fasilitas, dan administrasi sekolah. Instrumen penilaian untuk peserta didik dapat berupa metode dan/atau prosedur formal atau informal untuk menghasilkan informasi tentang peserta didik. Instrumen penilaian dapat berupa tes tertulis, tes lisan, lembar pengamatan, pedoman wawancara, tugas rumah, dan sebagainya. Penilaian juga diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran atau kegiatan untuk memperoleh informasi tentang pencapaian kemajuan belajar peserta didik.

Evaluasi (evaluation) adalah suatu proses yang sistematis untuk menetukan atau membuat keputusan, sampai sejauhmana tujuan atau program telah tercapai ( Gronlund, 1985 dalam Djaali 2000), Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh wrightsione dkk ( Djaali 2000) yang mengemukakan bahwa evaluasi pendidikan adalah penafsiran terhadap pertumbuhan dan perkembangan peserta didik kea rah tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Evaluasi dapat juga diartikan sebagai proses menilai sesuatu berdasarkan kriteria atau tujuan yang telah ditetapkan yang selanjutnya diikuti dengan pengambilan keputusan atau obyek yang dievaluasi( Djaali dkk 2000). Hasil dari kegiatan evaluasi adalah bersifat kualitatif. Lebih lanjut Anas Sudijono (1996) dalam Djaali 2000, mengemuukakan bahwa evaluasi pada dasarnya merupakan penafsiran atau interpretasi yang bersumber pada data kuantitatif, sedang data kuantitatif merupakan hasil dari pengukuran. Berdasar beberapa pengertian pengukuran, penilaian dan evaluasi yang telah dibahas diatas jelas bahwa evaluasi, penilaian dan pengukuran merupakan tiga konsep yang berbeda. Namun demikian dalam praktek terutama dalam bidang pendidikan ke tiga konsep tersebut sering dipraktekkan dalam satu rangkaian kegiatan.


Komentar