Pentingnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bagi Pendidik



Seperti yang diketahui bahwa RPP merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Dalam proses belajar mengajar hendaknya guru memiliki strategi yang cocok untuk menyampaikan materi. Dalam RPP inilah guru mendesain pelaksanaan pembelajaran dengan sebaik-baiknya agar dijadikan pedoman saat belajar mengajar di kelas nanti. RPP dibuat untuk satu kali pertemuan atau bahkan lebih dari satu pertemuan, tergantung guru yang membuatnya.

Pembelajaran tanpa perencanaan cenderung mengalami kegagalan karena tidak memiliki acuan apa yang dilakukan dalam mencapai keberhasilan pembelajaran. Beberapa faktor yang membuat pendidik tidak membuat RPP diantaranya; karena tidak memahami hakekat RPP, prinsip penyusunan RPP dan betapa pentingnya RPP tersebut.

 Apalagi dengan adanya perubahan sistematika dalam RPP ada yang mengatakan RPP karakter, RPP balon dan sekarang ini dengan istilah RPP Inspirasi yang disusun secara sistematis sesuai dengan Permendikbud No.22 Tahun 2016.  Perbaikan RPP (disebut RPP balon dan RPP Inspirasi) setiap tahapan disesuaikan dan diintegrasikan ditandai sendiri dengan dikotak atau digaris miring dengan memasukkan penilaian Hots, Integrasi 4C, integrasi Literasi dan PPK (Perpres No.87 Tahun 2017).

Persiapan mengajar seperti menyusun RPP sangat penting sebagai pedoman bagi guru untuk belajar di kelas. Oleh karena itu, pembelajaran dapat bersifat interaktif, inspiratif, menarik, menantang, efisien, merangsang partisipasi aktif siswa, dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, serta perkembangan fisik dan mentalnya. Adapun pentingnya menyusun RPP bagi guru yakni sebagai berikut.

1.      Pembelajaran berlangsung secara teratur/terarah

Persiapan pembelajaran yang pertama adalah rencana pelaksanaan pembelajaran. Dengan RPP, guru bisa mendapatkan bimbingan dalam merancang metode pembelajaran yang disukai siswanya. Guru dapat merancang metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga siswa dapat belajar secara bermakna. Misalnya, menyusun pertanyaan yang diajukan dalam diskusi kelas ke dalam format yang disukai siswa membuat belajar menjadi menyenangkan.

2.      Untuk mempermudah dalam mengetahui hasil belajar siswa

Rencana pembelajaran yang tidak kalah pentingnya adalah mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa. Keberhasilan akademik seorang siswa tidak selalu harus diukur dengan angka. Suatu bentuk penilaian harus dimasukkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun oleh guru untuk melihat bagaimana kemajuan siswa. Jika ini dilakukan, guru dapat dengan mudah melihat apakah tujuan pembelajaran telah tercapai.

3.      Memudahkan guru dalam menyampaikan materi yang akan diajar

Memudahkan penyampaian materi Dengan RPP, guru yang cerdas dapat mengontrol berapa banyak sesi yang dapat diselesaikan oleh suatu materi pembelajaran, ditambah lagi, jika jumlah materi penyampaian tatap muka dalam RPP berbeda dengan yang ada di kelas, guru yang cerdas dapat langsung mengetahui apakah materi tersebut disampaikan kapan. Proses ini kurang efisien, sehingga guru yang cerdas berpeluang menemukan strategi untuk menyampaikan materi secara lebih efisien.

4.      Mengatur model pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dalam RPP dapat dirancang untuk memodulasi pola pembelajaran. Misalnya ada materi yang tidak dapat diselesaikan dalam satu kali tatap muka dan waktu belajar yang sangat terbatas. Oleh karena itu, guru yang cerdas dapat merancang pola penyampaian materi.

5.      Menghemat waktu dan tenaga bagi pendidik

Dengan menyusun RPP, persiapan belajar mengajar akan menjadi lebih matang. Guru tidak perlu lagi bingung menentukan metode, format penilaian, materi, dll saat mengajar, karena semuanya sudah tersusun rapi di dalam RPP. Dengan cara ini guru tidak akan membuang waktu dan tenaga untuk memikirkan semua persiapan saat mengajar karena semuanya sudah disiapkan sebelumnya

6.      Belajar mengevaluasi materi dan refleksi

RPP yang dikembangkan sebagai bahan referensi untuk mengevaluasi dan merefleksikan apakah pembelajaran di kelas berjalan dengan baik, apakah tujuan pembelajaran tercapai, atau apakah pembelajaran dapat diajarkan kepada siswa. Guru juga dapat menuliskan hambatan-hambatan yang muncul dalam proses pembelajaran agar hal yang sama tidak terjadi lagi di kelas selanjutnya.

 

 

Menurut Permendikbud tahun 2016 Nomor 22, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus setidaknya memiliki 13 komponen. Komponen yang harus tertera dalam sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran adalah Identitas sekolah, identitas mata pelajaran atau tema/subtema, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran , dan penilaian/evaluasi.

Pada tahun 2019, dalam Rapat Koordinasi Mendikbud dengan Kepala Dinas Pendidikan seIndonesia di Jakarta, Mendikbud Nadiem Makarim meluncurkan inisiatif  kebijakan pendidikan terkait “Merdeka Belajar” yaitu Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penyederhanaan format penulisan RPP tetap mengacu pada kurikulum namun dibuat dalam bentuk yang lebih ringkas. Hal ini ditujukan untuk meringankan beban administrasi guru. Jika sebelumnya RPP terdiri dari 13 komponen, sekarang cukup 3 komponen utama saja yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan assesmen atau penilaian. Sedangkan komponen lainnya adalah pelengkap saja.

Pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Dalam pembuatan sebuah RPP harus berprinsip pada 3 hal, yaitu: efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. Nah, dengan demikian dijami npara  guru akan lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran.

RPP merupakan kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan keberhasilan suatu kelas tergantung pada kualitas rencana yang dibuat. Inilah sebabnya mengapa penyusunan RPP menjadi penting bagi pendidik. Satu hal yang tidak bisa ditawar lagi, RPP harus dibuat oleh seorang pendidik dengan model pembelajaran yang memuat komponen-komponen untuk menyusun RPP. Pendidik menjabarkan dan mengembangkan kompetensi dasar menjadi indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. RPP yang disusun oleh pendidik memuat hal-hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran dalam upaya mencapai dan menguasai kompetensi siswa.

 

 

Komentar