Dampak Positif dan negatif pembelajaran jarak jauh

                              




 Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. 

Nama :Nurhasanah

NIM : 11901032

kelas : PAI 4H


Halo gengs.

 Seperti yang kita ketahui bahwa covid-19 telah memasuki negara kita tercinta yaitu Indonesia pada sekitar bulan februari 2020 kemarin. Akibat covid-19 banyak orang yang tidak bisa pergi bekerja dikarenakan lockdown dan tidak sedikit pula yang kehilangan pekerjaannya. Semua aktivitas dibatasi agar covid-19 tidak menyebar luas, seperti hal-nya dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan di perguruan tinggi. 

 Pandemi covid-19 ini membuat aktivitas pembelajaran disekolah maupun di perguruan tinggi terhambat, hal ini menyebabkan pendidikan yang seharusnya lebih baik lagi malah semakin memburuk akibat pandemi covid-19. Pendemi covid-19 telah mengubah dunia pendidikan mulai dari proses pembelajaran, dimana biasanya pembelajaran dilakukan di dalam kelas secara tatap muka, namun sejak adanya pandemi covid-19 berlangsung kini berubah menjadi belajar daring (dalam jaringan) atau bisa juga di katakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

 Proses pembelajaran jarak jauh menggunakan alat komunikasi seperti handphone dan komputer/laptop dengan menggunakan media seperti WhatsApp Grup, Google Classroom, Zoom, Google Meet, dsb. Pembelajaran jarak jauh seperti ini pastilah memiliki dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Berikut beberapa dampak positif dan negatif dari pemebelajaran jarak jauh 

A. Dampak positif pembelajaran jarak jauh

1. Melek teknologi

Dengan pembelajaran online ini, secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses tekhnologi semakin dikuasai oleh siswa dan guru dengan berbagai media pembelajaran seperti media aplikasi zoom, google, classroom, youtube maupun media sosial whatsapp, dan media online lainnya.

2. Orang tua tidak perlu memberikan uang jajan

Proses Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan dirumah masing masing membuat orang tua tidak perlu mengeluarkan uang jajan untuk anak mereka, karena anak hanya belajar dirumah dan tidak membutuhkan uang jajan.

3. Media Pembelajaran Bervariasi

Untuk mendukung proses pembelajaran daring, guru dituntut untuk dapat menghadirkan sebuah media pembelajaran yang dapat menunjang proses pembelajaran. Saat ini, banyak bermunculan media-media online yang bisa digunakan untuk pembelajaran, dan tentu saja sangat membantu guru dalam menghadirkan media pembelajaran yang lebih menarik.

4. Kolaborasi orang tua dan guru

Saat ini peserta didik menghabiskan waktu belajar di rumah, yang dimana menuntut adanya kolaborasi yang inovatif antara orang tua dan guru. Sehingga kolaborasi ini dapat mengatasi berbagai berbagai permasalahan dan keluhan selama menjalani belajar online.

5. Proses pembelajaran menjadi baru dan lebih variatif

Penerapan media pembelajaran dalam proses pembelajaran harus didukung dengan strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, sehingga proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Dengan beragam media yang digunakan, tentu saja strategi pembelajaran yang dilaksanakan menjadi beragam pula. Sehingga akan menghasilkan proses pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan media pembelajaran yang digunakan.

6. Banyaknya kursus online gratis

Kursus online gratis mulai berkembang di tengah pandemi Covid-19. Banyak lembaga bimbingan belajar menyediakan kursus online gratis atau beberapa dengan harga diskon. Seperti yang diterapkan oleh Ruangguru, Zenius, Ruang Belajar, Quipper, Aplikasi Kelas kami dan sebagainya.

7. Tidak perlu membayar uang kos/kontrakan.

Nah bagi mahasiswa yang rumahnya sangat jauh dari kampus, maka sebagian besar dari mereka memilih untuk ngekos/menyewa kontrakan. Dengan adanya pandemi Covid-19 dan pembelajaran jarak jauh mahasiswa tidak perlu membayar uang kontrakan karena mereka pasti akan pulang ke rumah mereka masing-masing.

8. Tidak mengeluarkan uang yang banyak untuk beli bensin

Bagi mereka yang menggunakan kendaraan tentulah mereka memerlukan minyak/bensin untuk kendaraanya. Adanya pandemi membuat mereka tidak memerlukan uang yang banyak untuk membeli bensin. 

9. Internet sebagai sumber informasi yang positif

Jika proses pembelajaran biasanya menggunakan buku cetak sebagai sumber belajar utama, maka dalam proses pembelajaran online internet merupakan sumber informasi yang dapat digunakan. Internet tidak lagi hanya digunakan oleh siswa sebagai sarana hiburan atau bermain media sosial, tetapi juga digunakan untuk mendapatkan informasi tentang pelajaran yang diajarkan. Seperti mengakses buku digital, video pembelajaran dan lain sebagainya. Meski begitu, tentunya hal ini tetap harus mendapat pendampingan baik dari guru maupun orang tua siswa, agar siswa tidak salah dalam mendapatkan informasi dan terhindar dari hoax.


  Nah, jadi itulah beberapa dampak positif pembelajaran jarak jauh. Selain memiliki dampak positif pembelajaran jarak jauh juga memiliki dampak negatif yang tidak terbilang sedikit. Berikut dampak negatif pembelajaran jarak jauh.


B. Dampak negatif pembelajaran jarak jauh

1. Di tiadakannya pembelajaran tatap muka

Adanya pandemi Covid-19 ini membuat pembelajaran tatap muka di tiadakan dikarenakan agar virus tidak menyebar luar. Bagi anak sekolah seperti siswa kelas 1 sd yang belum bisa membaca, mereka akan sedikit kesulitan dalam belajar membaca dan menghitung, pasalnya guru hanya memberikan tugas yang menumpuk seperti mengerjakan soal-soal tanpa tahu bahwa siswanya belum pandai membaca dan menghitung.

2. Meningkatnya resiko yang berbahaya

Dalam pembelajaran jarak jauh siswa dituntut untuk memiliki alat komunikasi terutama handphone. Dilansir dari UNICEF, meningkatnya waktu murid belajar dan bersosialisasi secara online di internet dapat meningkatkan risiko berbahaya. Beberapa risiko tersebut antara lain cyberbullying, juga konten negatif yang tersebar di internet berpotensi membahayakan anak.

3. Kurang bersosialisasi

Pembelajaran jarak jauh membuat anak kurang bersosialisasi karena anak tidak ada interaksi dengan teman sebayanya.

4. Kesenjangan sumber daya

Saat semua jenis pembelajaran dari rumah dilakukan secara online, besar kemungkinan terdapat kesenjangan dari segi fasilitas. Banyak murid yang selama ini bergantung pada fasilitas pendidikan yang disediakan oleh sekolah dan juga kampus. Pasalnya, tidak semua murid atau mahasiswa memiliki fasilitas yang memadai. Baik itu gadget, bahkan listrik. 

5. Keterbatasan sinyal di plosok daerah

  Pembelajaran jarak jauh kita tidak hanya dituntut untuk memiliki handphone tetapi sinyal juga sangat penting untuk mengakses internet. Punya handphone tapi tidak ada sinyal sama saja bohong. Setiap daerah memiliki sinyal yang berbeda, bahkan ada dari mereka yang sangat susah mendapatkan sinyal seperti mereka yang tinggal di plosok daerah, mereka harus pergi kegunung atau ke sungai misalnya untuk mencari sinyal yang kuat. 

6. Banyak mengeluarkan uang untuk membeli kuota internet

Selain sinyal kuota juga sangat penting untuk mengakses internet, kuota dan sinyal saling membutuhkan dan berkesinambungan. Saat pembelajaran jarak jauh terkadang kita menggunakan aplikasi yang banyak menguras kuota/paket data, ini sedikit tidak nyaman bagi mereka yang keluarganya hidup dengan ekonomi yang menengah kebawah. Ada beberapa sekolah dan kampus memberikan kuota gratis untuk siswa tetapi ada juga sekolah yang tidak memberikan kuota gratis untuk siswa. 

7. Proses belajar terasa lebih berat

Beberapa murid dan mahasiswa merasa bahwa pembelajaran dari rumah terasa lebih berat dari sebelumnya. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh The Conversation, beberapa orang tua murid menyarankan agar pembelajaran jarak jauh tidak terbatas pada pemberian tugas saja. Ada baiknya jika sesi penyampaian materi juga diperbanyak, agar murid dapat benar-benar merasa seperti belajar dan tidak hanya diberi tugas saja.

8. Rasa malas dan sulit konsentrasi

Belajar secara online justru malah menambah rasa malas dan juga sulit untuk berkonsentrasi bagi siswa. Selain karena sudah pusing dengan tugas-tugas yang diberikan, siswa juga menjadi lebih banyak waktu untuk bermain gawai. Seperti bermain game, membuka instagram, twitter, youtube, dan sosial media lainnya dibandingkan dengan belajar. Akibatnya muncul rasa malas yang sangat susah untuk dilawan dan juga sulitnya berkonsentrasi ketika belajar, terlebih ketika guru malah sering memberikan banyak tugas yang malah akan membuat siswa semakin bosan dan stres ketika belajar.

9. Ancaman anak putus sekolah

Karena pandemi Covid-19 setiap kondisi ekonomi keluarga anak berbeda-beda. Sehingga anak berisiko putus sekolah lantaran terpaksa bekerja demi membantu perekonomian keluarga. 

10. Pencapaian belajar menurun

Dinas Pendidikan menemukan adanya perbedaan akses dan kualitas selama Pembelajaran Jarak Jauh. "Tidak hanya kualitas dan akses, jenjang pendidikan juga punya permasalahan-permasalahan yang spesifik.”

Itulah beberapa dampak positif dan negatif pembelajaran jarak jauh. Mungkin masih banyak dampak lainnya yang bisa kita rasakan. Namun kita tetap berharap agar pandemi ini segera berakhir. 

Wasalam.


Komentar